HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN, KONSUMSI SUPLEMEN, DAN STATUS GIZI DENGAN TINGKAT KEBUGARAN REMAJA
Abstract
Latar belakang : Sepak bola merupakan salah satu olahraga yang paling digemari di Indonesia. Sepakbola Indonesia berada diperingkat ke-173 dari 210 negara anggota FIFA per tanggal 19 Desember 2019 (FIFA, 2019). Salah satu penyebab rendahnya prestasi sepakbola Indonesia yaitu rendahnya tingkat kebugaran atlet sepakbola. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan, konsumsi suplemen dan status gizi dengan tingkat kebugaran remaja laki-laki usia 10-17 tahun di Sekolah Sepakbola ASTAM Tangerang Selatan. Metode : Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel sebanyak 50 atlet remaja sepakbola usia 10-17 tahun. Data kebiasaan sarapan dan konsumsi suplemen diambil dengan menggunakan lembar kuesioner dan status gizi diambil dengan melakukan pengukuran tinggi badan dan berat badan, serta data tingkat kebugaran diambil menggunakan metode Balke tes. Analisi hubungan yang dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil : Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa ada hubungan kebiasaan sarapan (p=0.023) dan status gizi (p=0.040) dengan tingkat kebugaran, namun tidak ada hubungan konsumsi suplemen (p=0.107) dengan tingkat kebugaran remaja laki-laki usia 10-17 tahun di Sekolah Sepakbola ASTAM Tangerang Selatan.
Kata Kunci :Tingkat kebugaran, Kebiasaan Sarapan, Konsumsi Suplemen, Status Gizi