PENGARUH RELAKSASI AUTOGENIK TERHADAP GULA DARAH PADA PASIEN DM TIPE 2

  • Ani Widi Astuti Jakarta Selatan
Keywords: Relaksasi Autogenik, Kadar Gula Darah, Diabetes Melitus Tipe 2

Abstract

ABSTRAK

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis ditandai hiperglikemia akibat ketidakmampuan melakukan metabolisme karbohidrat, lemak, protein. Diabetes melitus tipe 2 dapat dikontrol dengan terapi nonfarmakologis relaksasi autogenik. Relaksasi Autogenik adalah teknik yang memungkinkan seseorang untuk memperlambat pikiran dan tubuh yang menurunkan detak jantung seseorang, memperlambat system pernapasan, membiarkan darah mengalir lebih mudah melalui tubuh dan meningkatkan fungsi system kekebalan tubuh (Singh, et al, 2018).Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi autogenik terhadap kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Pancoran Mas Depok. Penelitian ini menggunakan desain Quasi Experiment dengan rancangan Pretest dan Posttest non equivalent control group. Pengumpulan sampel peneliti menggunakan metode purposive sampling sebanyak 26 responden. Berdasarkan uji parametric T-test pada kelompok intervensi menunjukkan nilai yang signifikan antara pre-post sebesar 0,000 (p<0,05). Pada kelompok kontrol menunjukkan nilai yang tidak signifikan pada pre-post sebesar 0,570 (p>0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh terhadap kadar gula darah dan perbedaan yang bermakna sebelum dan sesudah pemberian relaksasi autogenik. Peneliti menyarankan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi dunia keperawatan dan dapat digunakan sebagai pengobatan nonfarmakologi bagi penderita diabetes melitus tipe 2.

 

Published
2020-10-01
How to Cite
Astuti, A. (2020). PENGARUH RELAKSASI AUTOGENIK TERHADAP GULA DARAH PADA PASIEN DM TIPE 2. Indonesian Journal of Health Development, 2(2), 137-144. Retrieved from https://ijhd.upnvj.ac.id/index.php/ijhd/article/view/37
Section
Articles